Beberapa waktu lalu sekelompok anak kelas V SD di suatu sekolah ditegur oleh guru. Orang tua mereka dipanggil karena masalah yang dibuat oleh anak2 mereka cukup serius, kabur saat jam sekolah untuk pergi ke rumah teman yang jaraknya jauh dan baru pulang di saat petang hari.
Hampir semua anak mengaku cuma ikut ajakan teman. Kenapa mau? Alasannya hanya satu.. SETIA KAWAN.
Luar biasa sebenarnya di zaman kesetiaan menjadi barang langka, di masa ketika pertemanan-apalagi persahabatan- menjadi sulit dilanggengkan, di saat banyak teman “makan” teman, Prinsip kesetiakawanan mereka patut diapresiasikan dan dijaga agar jangan sampai pudar.
Hanya saja anak2 kelas V tersebut memang harus ditegur, karena kesetiaan mereka mempunyai implikasi yang negatif, mereka melanggar aturan sekolah, mengabaikan disiplin ,membuat cemas orang tua dan bahkan membahayakan diri mereka sendiri.
Kesetiakawanan memang harus di apresiasikan, ditumbuhkan dan dibudayakan, namun prinsip2 dan batasan kesetiakawanan tentu harus diajarkan dan dikembangkan agar kita tidak salah membangun rasa kesetiakawanan di dalam pergaulan.
Pertama, kesetiakawanan bisa ditumbuhkan bila ada kemauan untuk berjamaah, Orang yang lebih senang menyendiri, tidak akan berkomitmen dan hanya mementingkan serta mencari keuntungan pribadi, tentu tidak bisa menumbuhkan rasa setia kawan.
Kedua, kesetiakawanan hanya bisa ditumbuhkan bila ada kemauan untuk bersetara. Tentu bukan setia kawan namanya jika salah satu pihak merasa lebih hebat, lebih berkuasa, apalagi lebih mulia. Orang2 seperti ini mungkin saja punya pengikut, tetapi bukan dilandasi oleh rasa setia kawan melainkan oleh rasa takut, kagum, atau ada keinginan2 tertentu dar si pengikut. Misalnya ingin dilindung, ingin dibantu atau ingin disamakan derajatnya. Bila hilang unsur yang membuatnya kuat, misalnya jabatan atau harta, maka hilang pula segala kesetiaan.
Ketiga, kesetiakawanan justru dilandasi oleh prinsip pemberian, bukan permintaan. Ketika kita sudah bergaul dalam satu persahabatan yang setara, dalam satu visi yang sama, ketika hubungan itu sudah dilandasi rasa saling mengasihi, maka berbagi kesenangan, mengulurkan tangan, berempati dan memberi kesetiaan akan terasa sebagai pembawa kebahagiaan hingga pada akhirnya tanpa diminta, kitapun akan menerima kesetiaan pula.
Ada dua batasan kesetiakawanan.
Pertama: kemampuan diri
Terkadang orang memaksakan sesuatu diluar kemampuannya atas alasan setia kawan.
Misalnya teman dekat menjadi anggota salah satu MLM, kita pun memaksakan diri menjadi anggotanya, meskipun sebenarnya kita tidak sreg dan berat membayar iuran kepesertaan MLM tersebut.
Kedua: kebenaran
Kebenaran harus dijadikan pagar utama penjaga kesetiakawanan. Tidak boleh terjadi atas alasan rasa setia kawan, kita mengabaikan prinsip kebenaran.
Rasulullah Sang Teladan pernah mengatakan siapa yang mencintai Fatimah, sama artinya mencintai Beliau, dan siapa yang menyakiti Fatimah berarti menyakiti Beliau juga. Namun kesempatan lain Rasulullah secara tegas mengatakan jika fatimah binti Muhammad mencuri , niscaya akan dipotong pula tangannya.
Jelas terpapar betapa kesetiaan Rasulullah pada putrinya sendiri pun berbatas tegas dengan kebenaran.
Maka kesetiakawanan di dalam hidup memang menjadi point penting yang harus dibudayakan, namun tentu tetap harus dijaga berada di dalam batas kemampuan dan kebenaran.
Makanya tak salah kalau orang tuaku memberiku nama Efira SETIA Noviawati.
Ada "setia" nya kan, :D :$ , maaf narsis lagi :$
Tulisan ini aq sarikan dari tulisan saudariku, mbak Zirlyfera Jamil.
1/13/2009
Setia kawan
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ
ReplyDeleteQS.almaidah-2
setia kawan mang harus diarahkan dgn baik,.,
ReplyDeletejgn sampai kya kawan w g merid2 krn dia dah spakat ma genknya utk tidak menikah mpe pada batas wktu yg mreka tentukan,.,banyak kaum cewk nie yg kya gni,.,
moga penulis gak sperti itu ya,.!!
piiisss,.,.,
cabuuutttt,.,
loh koq jd ketigaxxxxxxx
ReplyDeletewedew mulai deh narsisnya.
ReplyDeletetau neh..selalu aja deh narsisnya keluar..hehee..
ReplyDeletesetia kawan emang harus kita jaga baik" agar tidak cepat hilang..bnr kn ??
heee
anak kecil saja bisa mengerti apa artinya setia kawan itu.. apalagi kita donk.. ya ga ?? harusnya kita lebih setia kawan..
ReplyDeletemba else selalu narsis dahh... mentang" aries...hahaa
salam,
blaze5.com
oh... pren... gimana biar setiakawan tumbuh bersemi di januari yang hujan sehari hari ini...
ReplyDeleteblogwalking from saudaramu di solo :-)
wah bu guyu laghee nerangen tentang setia kawan yah....hhmmmm emang bener bu, kalo aku sih orangnya setia kawan kalo lagi gag sibuk, tapi aku malah sering di tinggalin kawan nih,gimana yah?
ReplyDeleteapakah aku setia gag yah......?
baik bu guruuu
ReplyDeletehehhehehe emg yg pasti msti jelas tujuannya...kalo ke yg negatif y brati dudul berjamaah
ass...wow...makin manis aja nih blog...sama ga ya ma orgnya...hhmm..... setia kawan itu tergantung komposisinya. bagus mana, setia kawan apa setia kejujuran. hehehehe.....
ReplyDeletekabur'''''''''
wahh setuju nih sama kesetiakawanan..
ReplyDeleteBtw sekarang memang makin langka akan kata2 itu...
seperti teman ada kala kita susah dan senang...
semoga aku masih selalu setia .....juga setia sama bu guru ...hiks...( gimana tom cruise he..he..)
Hmmm....Setiakawan lain pula jika Kawan setia, nah kalau anak-anak itu....namanya Kawan Setia...
ReplyDeletecebong ipied said ;
ReplyDeletebaik bu guruuu
hehhehehe emg yg pasti msti jelas tujuannya...kalo ke yg negatif y brati dudul berjamaah
Makan..makan jama'ah, Minum..minum Jama'ah..
klo pipis jgn jama'ah yah.. maluu dooong..
ahahahaha
setia juga dah sama diri sendiri, janji deh upss...
ReplyDeletekekekeke
hmm *gut..gutu..manggut..manggut baca postingannya*
ReplyDeletesetiakawan bukan setiakawin kan yah, setia pada kawan hidup hehehe setiakawan yg posif pastinya kan yah, bukan yg nganeh2i to:D
betul bgt tuh. paling sebel pas bagian MLM hehe, kadang kita terpaksa ngikut hanya karna temen yg ngajak.
ReplyDeletesaya tipe setia lho....
ReplyDeleteSetuju banget!
ReplyDeleteSejuk membacanya ... salam
ReplyDeletesetuju wae lah..tapi ojo setiakawin :)
ReplyDeletewaaaaaaaaaah...
ReplyDeletebaca ini serasa ngeliat sisi lain novi..
wew, ujungnya ituuuuu, yang bikin aku harus setiaaaaaa banget
ReplyDeleteJempol 6 deh...poko'nya...!.
ReplyDeleteyg 2 pinjem ma Novi..!.
bu guru, saya mau tanya...
ReplyDeletebeda setia kawan sama kawan setia apa sih bu?
bukan karena kawan saya namanya setia loh bu....
Mending setia ma calon istri aja deh, hehehe
ReplyDeleteyg penting jelas batasannya..saling tolong menolonglah dalam kebaikan dan jangan tolong menolong dalam kejahatan.
ReplyDeleteaq termasuk setia kawan juga setia kawin...*hayyyah....iya g yah*
ReplyDeleteaq gak hanya setia sama kawan tapi juga sama suami, sama ehem2, sama Vin diesel...kadang2 juga setia sama keanu reevess...*dilarang jeles yah*.....hwexxxxxxxxxx
kaburrr ah tar ada yang jeles sama aq
S=UATU
ReplyDeleteA=IB
H=ANYA
A=KAN
B=ERSIH
A=PABILA SAHABAT
T=AK BERKHIANAT..
SAHABAT
ReplyDeleteSuatu ketika haati sedang gundah,gelisah&sedih..
hanya sahabat yang mampu menenangkan hati&perasaan ini..
Ku tak ingin kehilangan sahabat yang selama ini hadir temani hidupku..
Karena hanya dengan sahabatlah yang mampu mengrti aku..
yg gie ngetrend skrg SMS...seneng mlihat orang susah..
ReplyDeletethanks, slamat b`kenalan juga..awk guru sma ke? knp x letak gambar?
ReplyDeletenice article. memang di jaman sekarang yang serba individualisme ini kesetiakawanan sangat sulit untuk di dapat. salam kenal......
ReplyDeletenice article
ReplyDeleteBener apa kata mbak el, anak kecil aja pada setia kawan, kita-kita yang katanya sudah cukup dewasa lah kok malah gak ngeuh untuk arti setia kawan. Harus ikut latihan pramuka lagi kale ya :)) ~o)
ReplyDeletenice post sobat
ReplyDeletewaw menarik banget beritanya
ReplyDeleteSalam Kawan...Setia Kawan membutuhkan kesabaran. Thanks
ReplyDeletetetap setia ya kpd cream anisa
ReplyDeletetrims for info.
ReplyDeleteSalam Singgah, Nice Post
ReplyDeletetarengkyu infonya...salam sehat selalu
ReplyDelete