Get Paid To Promote, Get Paid To Popup, Get Paid Display Banner

4/18/2012

Atmosfir Lain Di Pasar Tradisional

Ditulis oleh else Pada : Wednesday, April 18, 2012
Dulu aku adalah perempuan yang anti dengan pasar tradisional, karena becek, bau,penataan barang yang asal-asalan dan kadang pembeli berdesakan serta seambrek ketidaknyamanan lainnya.
Saat (Almh) mamaku masih ada dan sehat, beliaulah yang berbelanja ke pasar, aku hanya mengantar jemput beliau saja :D .
Namun saat kondisi mama mulai sakit-sakitan :( , maka akulah yang mengambil alih tugas berbelanja. Dan pilihan tempat berbelanjaku adalah hypermart (maaf bukan iklan bukan promosi), menurutku segala yang kami butuhkan telah tersedia di sana, dari bahan pangan kering hingga sayur dan buah-buahan

Hingga mama meninggal :( , aku masih enggan berbelanja ke pasar tradisional.
Beberapa hari yang lalu, saat subuh, papa secara mendadak memintaku untuk membuat rendang ayam, duuuhhh...padahal pukul 09 aku harus mengajar, sementara hypermart baru buka pukul 11. Mau gak mau aku harus ke pasar yang jaraknya hanya 2 km dari rumahku. Rencananya sih hanya mau beli bahan-bahan untuk rendang ayam aja, gak taunya sesampai di pasar aku melihat cabe,tomat,bawang dll yang masih segar, kutanyakan berapa harganya, eh gak taunya lebih murah dari harga di Hypermart. Jadi beli deh para gerombolan cabe, tomat dan bawang :D

Walau harus berjalan berjingkat dan menutup hidung, namun aku merasakan ada "suasana" lain yang belum pernah kutemui. Aku menjumpai seorang nenek yang duduk ndepipit diantara keranjang sayur milik penjual sayur di belakangnya, nenek itu hanya menjual beberapa bungkus jamur (entah jamur apa namanya,yang pasti aku belum pernah melihat jenis jamur yang seperti itu), pemandangan seperti itu seringkali membuat hatiku trenyuh. :(
Atau ketika aku terkejut saat melihat melihat pedagang keong yang biasanya ada di selokan (ternyata bisa dimakan ya?)..membayangkan keong itu tampil di meja makan hiiiii.....jijayyy :#
Sebenarnya pasar tradisional bukanlah pilihan tepat buatku yang tak pandai menawar, sehingga nyaris tidak ada harga yang lebih rendah yang kubayar dari harga penawaran penjual.
Ada beberapa sebab aku enggan menawar, salah satunya adalah aku tahu mereka hanya mendapatkan keuntungan beberapa ratus rupiah saja. (gak tega nawarnya, toh belanjaku juga sedikit)
Karena di pasar tradisional (yang tetap becek) aku menemukan "atmosfir" lain dan hal-hal baru, maka kini pasar tradisional adalah pilihanku untuk berbelanja, bukan semata-mata karena harganya lebih murah dan pilihannya beragam, namun juga karena aku bisa berbincang dengan penjualnya, bahkan kadang dengan sesama pembeli, dan hal-hal lain yang menambah khazanah ilmuku.
Nah para pembaca yang budiman apakah anda pernah merasakan apa yang kualami ini? atau ada hal lain?..yukkk berbagi disini yuuukk :)

18 comments:

udin said...

mantap info nya thx ya ;)

Sony said...

Padahal dulu waktu aku bujangan juga rajin tuh ke pasar tradisional....regane emang murah2 ko...apalagi kalo bisa nawar...wah senengnya (padahal cuma selisih seratus perak)...

Anthony Harman said...

Wah, jadi kesindir neh. Saya juga mualess kalo diajak istri ke pasar tradisional

hendra said...

kenyataannya pasar moderen lebih banyak disukai IIM (ibu2 muda) ketimbang pasar tradisional

else said...

@Udin>halo bujang Aceh....bgm kabar $ nya? dah banyak bro?...jgn lupakan aku yach.
@mas Sony>wah seneng tuh yg jd istrinya....bojone pandai menawar
@mas Anthony Harman>gak bermaksud menyindir master lho ya :)

bang FIKO said...

Aku punya pengalaman buruk di Pasar Tradisional. Waktu itu bukan berbelanja, tapi pas lagi ada even keliling pasar tradisional di Pekanbaru.
Wahhh... Aku dijemput paksa sama preman dan di sidang di markasnya... Pokoknya pengalaman buruk deh...

rezKY p-RA-tama said...

mbak,,lama gak ada kabar,,,,gimana kabar!!!

ocy said...

bener bgt tu,,biasannya hal2 tradisional kyak gtu dapat malah mempererat kekerabatan..
dan lgi,,kekerabatan ga bisa di beli dg uang kan

soewoeng said...

wah modern sekali?

melly said...

yg susah di pasar tradisional itu ya nawar nya itu...suka gk kuku hehhehe

Lengka said...

nice post...thanks uda share infonya...smoga bermanfaat buat yang lain...c yuu...

Walasa said...

waaahh...ternyata disini informasinya oke-oke banget yaah...salam kenal...dan aku tunggu apdet post nya yaaa???

Darma Saputra said...

7 tips menang SEO Kontes "Bukan Sekedar Blogger Bertuah" Baca di http://www.darma-saputra.co.cc/2010/03/7-tips-menang-seo-kontes-bukan-sekedar.html

echie-cute said...

wah...mbak. Ternayata ada yang sama dengan eci ya..he..he... Kalau bukan situasi terdesak, jangan harap deh eci mau kepasar.

wardati said...

Mbak numpang komen ya

Agriculture Okay said...

Nyoba ya mbak

reni said...

test komen

Kosmetik Online Murah said...

coba ada pasar tradisional yang bersih ya he,,, becek, bau,penataan barang yang asal-asalan dan kadang pembeli berdesakan serta seambrek ketidaknyamanan lainnya ini yang membuat saya kadang malas ke pasar tradisonal

Post a Comment

 

Copyright © 2011 ELSE | Design by Kenga Ads-template